SELAMAT DATANG, ’SCRIPLESS ’

Operasionalisasi tahap pertama perdagangan tanpa warkat di bursa berjalan mulus. Ini salah satu bukti bahwa pasar modal Indonesia telah memasuki babak baru perdagangan tanpa warkat.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengawali peristiwa bersejarah dalam pemberlakuan perdagangan tanpa warkat di bursa Indonesia. Dengan didukung sistem C-BEST (Central Depository and Book Entry Settlement System), lembaga pendukung pasar modal ini telah mampu menjalankan operasionalisasi tahap pertama perdagangan tanpa warkat.

Pada tahap ini, operasi scripless dijalankan secara bertahap. Dengan dioperasikannya C-BEST, partisipan akan menggunakan tiga bentuk penyelesaian transaksi yang berbeda. Yaitu, penyelesaian transaksi dengan warkat, penyelesaian pemindahbukuan melalui imobilisasi (Mahameru) dan pemindahbukuan melalui C-BEST. KSEI akan melakukan konsolidasi sistem penyelesaian secara bertahap.

Lalu, bagaimana dengan kliring? Akhir Juli, sistem kliring KPEI yang diberi nama e-Clear sudah beroperasi. Dengan demikian, proses migrasi efek dari Mahameru ke C-BEST bisa dilakukan mulai Agustus. Sesuai rencana, seluruh obligasi yang tercatat di Mahameru paling awal dipindahkan pencatatannya ke C-BEST.

Bila semua berjalan lancar, efek lainnya akan menyusul masuk ke sistem C-BEST. Proses migrasi diharapkan tuntas akhir Agustus. Dengan begitu, mulai September seluruh partisipan KSEI hanya menggunakan sistem C-BEST untuk penyimpanan dan penyelesaian transaksi tanpa warkat. Setelah beroperasi sejak 11 Juli 2000 C-BEST telah melakukan proses transaksi per tanggal 20 Juni 2000 sebesar 1.512 transaksi bursa dan 332 OTC dengan jumlah saham yang didaftarkan senilai Rp 2,1 triliun. Ada empat emiten yang telah mendaftarkan sahamnya ke dalam C-BEST dengan 203 partisipan (17 BK dan 186 AB).

Direncanakan, seluruh penyelesaian dan penyimpanan saham untuk pasar modal Indonesia dapat dilaksanakan melalui sistem C-BEST pada akhir 2001. Memang, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi, paling tidak, KSEI telah mengukir awal yang sukses. Ngomong-ngomong, siapa tim yang berada di balik sukses pengoperasian C-BEST ini?