'Disaster Recovery Center' KSEI Sudah Beroperasi
 
Untuk melindungi aktivitas KSEI dari kemungkinan bencana yang tak diharapkan, KSEI menyediakan fasilitas Disaster Recovery Center. Apa saja kegunaannya?
 

Sesuai dengan target seluruh saham akan diperdagangkan tanpa warkat (scripless) pada semester kedua 2002.

Saat itulah ketergantungan pelaku pasar pada sistem penyimpanan dan penyelesaian

sistem produksi, namun dengan kapasitas dan kinerja yang relatif lebih kecil.

Pada saat terjadi bencana terhadap sistem produksi, dalam waktu yang tidak terlalu lama sistem yang ada di DRC ini akan mengambil alih 

solusi dalam hal bencana total yang dialami di lokasi sistem produksi seperti gempa, bom, kebakaran, kerusuhan dan sebagainya.

Sejalan dengan rencana pembuatan DRC tersebut, Bapepam telah mengatur mengenai DRC, yang salah satu peraturannya mewajibkan KSEI

transaksi tanpa warkat, yakni C-BEST makin tinggi. Nah, apa jadinya bila sistem utama tersebut mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi?

"Siapa sih yang mengharapkan kejadian buruk seperti kebakaran atau bencana lain. Tetapi kalau itu terjadi di lokasi tempat C-BEST dioperasikan, apakah aktivitas perdagangan juga berhenti?" demikian pertanyaan yang kerap dilontarkan pelaku pasar.

 untuk memiliki DRC dengan jarak minimum 30 KM. Hal itu diperlukan untuk menjaga kemungkinan terjadi bencana yang sama antara lokasi sistem utama dan lokasi DRC.

Aturan tersebut juga mengatur mengenai waktu beroperasinya DRC setelah terjadinya bencana pada sistem utama. DRC harus bisa beroperasi selambat-lambatnya dua jam setelah kejadian. Konsekuensinya, DRC harus dibuat dengan arsitektur dan infrastruktur dengan spesifikasi yang cukup

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pada sistem utama tersebut, KSEI telah mempersiapkan mekanisme yang memungkinkan tetap berjalannya perdagangan tanpa warkat pada saat terjadinya kegagalan total dari sistem produksi.

Sejak 13 September 2001 pusat pemulihan bencana atau yang dikenal dengan Disaster Recovery Center (DRC) telah berfungsi. Di pusat pemulihan bencana itu ditempatkan sistem dan data yang sama dengan 

peranan sistem utama, sehingga perdagangan tanpa warkat akan tetap berjalan sebagaimana mestinya

DRC dianggap sangat , meskipun perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat jaringan yang digunakan untuk aplikasi C-BEST sebenarnya sudah dilengkapi redudancy, yang memungkinkan tetap berjalannya sistem meskipun salah satu perangkatnya mengalami kerusakan. Kelemahannya, redudancy tersebut tidak akan memberi 

tinggi untuk bisa mencapai target waktu tersebut.

Dalam hal ini KSEI memilih alternatif "warm stand by", dimana sistem tidak secara otomatis berpindah tapi proses manual dilakukan seminimal mungkin. Untuk itu KSEI akan menggunakan fasilitas database standby dari oracle. Alternatif ini tidak memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak untuk replikasi hardware yang relatif mahal. Selain itu, kapasitas jalur komunikasi data yang diperlukan juga tidak terlalu besar.

 

3

previous page

next page